Cara Membuat Sumur Bor atau Sumur Gali yang Airnya Jernih dan Tidak Bau

Cara Membuat Sumur Bor atau Sumur Gali yang Airnya Jernih dan Tidak Bau

Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama setiap rumah tangga. Banyak masyarakat memilih membuat sumur bor sebagai solusi praktis untuk mendapatkan sumber air mandiri. Namun, tidak sedikit yang mengeluhkan air sumur berwarna keruh, berbau besi, bahkan berlendir. Karena itu, memahami cara membuat sumur bor atau sumur gali yang airnya jernih dan tidak bau menjadi langkah penting sebelum memulai proses pengeboran.

Membuat sumur bor tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada tahapan teknis yang perlu diperhatikan mulai dari pemilihan lokasi, kedalaman pengeboran, pemasangan pipa, hingga sistem penyaringan. Jika proses dilakukan dengan benar, air yang dihasilkan dapat jernih, tidak berbau, dan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Memahami Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

Sebelum membahas lebih jauh tentang membuat sumur bor, penting untuk memahami perbedaan antara sumur bor dan sumur gali.

Sumur Bor

Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor dengan diameter relatif kecil dan kedalaman bisa mencapai puluhan meter. Sumber air berasal dari lapisan tanah dalam sehingga kualitasnya cenderung lebih stabil dan minim kontaminasi permukaan.

Sumur Gali

Sumur gali dibuat secara manual dengan diameter lebih besar dan kedalaman lebih dangkal, biasanya 7–15 meter. Airnya berasal dari resapan air tanah permukaan sehingga lebih rentan tercemar limbah rumah tangga.

Jika Anda ingin kualitas air yang lebih stabil dan minim bau, membuat sumur bor sering menjadi pilihan terbaik.

Menentukan Lokasi yang Tepat Sebelum Membuat Sumur Bor

Lokasi adalah faktor krusial dalam menentukan kualitas air. Kesalahan memilih lokasi bisa menyebabkan air berbau atau tercemar.

Jauh dari Sumber Pencemaran

Pastikan titik pengeboran berjarak minimal 10–15 meter dari septic tank, saluran pembuangan, kandang ternak, atau tempat sampah. Hal ini mencegah bakteri dan limbah meresap ke sumber air.

Perhatikan Kontur Tanah

Pilih area yang tidak lebih rendah dari septic tank. Air limbah cenderung mengalir ke area yang lebih rendah dan berpotensi mencemari sumur.

Uji Kandungan Tanah

Jika memungkinkan, lakukan survei geologi sederhana untuk mengetahui struktur tanah dan kedalaman lapisan air. Tanah berpasir biasanya menghasilkan air lebih jernih dibanding tanah berlumpur.

Kedalaman Ideal Agar Air Tidak Bau

Salah satu kesalahan umum saat membuat sumur bor adalah pengeboran yang terlalu dangkal. Air dangkal lebih mudah terkontaminasi.

Untuk rumah tangga, kedalaman ideal sumur bor biasanya antara 20–40 meter tergantung kondisi tanah. Semakin dalam, kemungkinan air mengandung zat besi dan mangan bisa berkurang.

Jika air berbau besi atau amis, kemungkinan besar sumur berada di lapisan tanah dengan kandungan logam tinggi. Dalam kasus ini, pengeboran lebih dalam sering menjadi solusi.

Proses Teknis Membuat Sumur Bor yang Benar

1. Pengeboran Bertahap

Gunakan jasa profesional agar proses pengeboran dilakukan secara bertahap dan sesuai standar. Pengeboran yang terburu-buru dapat menyebabkan runtuhnya dinding tanah.

2. Pemasangan Pipa Casing

Pipa casing berfungsi menahan dinding tanah agar tidak longsor dan mencegah air permukaan masuk ke dalam sumur. Gunakan pipa PVC berkualitas tinggi agar tahan lama.

3. Pemasangan Saringan (Screen)

Saringan dipasang pada bagian bawah pipa untuk menyaring pasir dan lumpur agar tidak ikut terpompa.

4. Proses Flushing

Setelah pengeboran selesai, lakukan flushing atau penyedotan air selama beberapa jam hingga air terlihat jernih.

Penyebab Air Sumur Berbau dan Cara Mengatasinya

Kandungan Zat Besi Tinggi

Air berwarna kekuningan dan berbau logam biasanya mengandung zat besi. Solusinya adalah memasang filter khusus iron removal.

Kandungan Belerang

Jika air berbau seperti telur busuk, kemungkinan mengandung sulfur. Aerator atau filter karbon aktif dapat membantu mengurangi bau.

Kontaminasi Bakteri

Air berbau tidak sedap dan terasa licin bisa disebabkan bakteri. Lakukan desinfeksi dengan klorin sesuai dosis aman.

Tips Tambahan Agar Air Sumur Tetap Jernih

Menjaga kebersihan area sekitar sumur sangat penting. Hindari genangan air di sekitar titik bor. Buat lantai semen kedap air di sekeliling sumur untuk mencegah air permukaan masuk.

Lakukan pengecekan kualitas air minimal setahun sekali. Jika memungkinkan, uji laboratorium untuk memastikan air bebas bakteri berbahaya.

Estimasi Biaya Membuat Sumur Bor

Biaya membuat sumur bor bervariasi tergantung kedalaman dan kondisi tanah. Secara umum, biaya pengeboran berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000 per meter. Untuk kedalaman 30 meter, estimasi total bisa mencapai Rp4.500.000 hingga Rp9.000.000 termasuk pompa dan instalasi dasar.

Biaya tambahan mungkin diperlukan untuk pemasangan filter atau toren air.

Kelebihan Membuat Sumur Bor Dibanding Mengandalkan PDAM

Memiliki sumur bor sendiri memberikan kemandirian pasokan air, terutama saat distribusi PDAM terganggu. Selain itu, dalam jangka panjang biaya operasional relatif lebih hemat.

Namun, kualitas tetap bergantung pada proses membuat sumur bor yang tepat sejak awal.

Perawatan Rutin Agar Sumur Awet Bertahun-tahun

Lakukan pembersihan pompa secara berkala. Periksa tekanan air dan pastikan tidak ada kebocoran pipa. Jika air mulai keruh, segera lakukan penyedotan dan pembersihan sumur.

Dengan perawatan yang baik, sumur bor dapat bertahan lebih dari 10 tahun tanpa masalah serius.

Demikian informasi mengenai panduan membuat sumur bor atau sumur gali yang airnya jernih dan tidak bau dimana membutuhkan perencanaan matang. Pemilihan lokasi, kedalaman ideal, pemasangan pipa yang benar, serta sistem penyaringan menjadi faktor utama penentu kualitas air. Jika semua tahapan dilakukan sesuai standar, Anda dapat memperoleh sumber air bersih yang aman, jernih, dan bebas bau untuk kebutuhan rumah tangga dalam jangka panjang. Semoga berguna dan bermanfaat.

Share this Post:
Posted by arazone
Image