Panduan Cerdas Memilih Lahan Kavling Untuk Rumah Tinggal

Panduan Cerdas Memilih Lahan Kavling Untuk Rumah Tinggal

asriland.com - Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan panduan cerdas memilih lahan kavling untuk rumah tinggal yang bisa menjadi referensi anda agar tidak salah membeli lahan dan membuat anda menyesal di kemudian hari.

Dalam memiih lahan untuk dijadikan tempat tinggal dan dibangunkan rumah pastinya tidak boleh dilakukan sembarangan dimana anda dan keluarga tercinta anda akan menempati rumah tersebut untuk beristirahat, bersantai, dan kumpul bersama keluarga hingga hari tua kelak.

Maka dari itu pentingnya memiliki pertimbangan yang matang dan bijak dalam memilih lahan untuk membangun rumah impian anda. Dengan cara ini pun dianggap lebih "memuaskan" daripada membeli rumah jadi, sebab anda bisa bebas memilih desain rumah yang anda inginkan sesuai dengan kemampuan anggaran anda.

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami akan membagikan beberapa masukan yang bisa menjadi bahan pertimbangan anda dalam memilih lahan kavling untuk rumah tinggal yang bisa anda simak dibawah ini.

Panduan Cerdas Memilih Lahan Kavling Untuk Rumah Tinggal

Legalitas

Hal pokok pertama yang harus menjadi bahan pertimbangan anda sebelum membeli lahan untuk rumah tinggal adalah dimana anda harus memastikan lahan memiliki legalitas berupa sertifikat bukti kepemilikan lahan, Surat Tanda Terima Setoran Pajak Bumi dan Bangunan (STTS PBB), Akta Jual Beli Tanah (AJB), dan lain sebagainya.

Agar tidak terkena modus sertifikat bodong, maka anda bisa menggunakan jasa notaris untuk mengurus keaslian sertifikat lahan, atau anda juga bisa memeriksa secara online melalui situs badan pertanahan.

Kesimpulannya, penting untuk memeriksa semua hal terkait legalitas lahan mulai dari peruntukan lahan, keaslian bukti kepemilikan lahan, status pemilik, lokasi lahan, bentuk lahan, ukuran lahan asli, batas-batas atau titik patok pada lahan dan lain sebagainya.

Akses Jalan

Selanjutnya pilihlah lahan dengan aksesibilitas yang baik demi kemudahan anda sekeluarga. Makin strategis kawasan dan makin dekat dengan jalan besar, maka harga tanah dan properti anda kedepannya akan semakin mahal.

Lahan dengan akses jalan yang baik dan bisa dilewati mobil tentu lebih bagus dalam memudahkan anda saat bepergian dibandingkan lahan yang terletak di dalam gang kecil. Pastikan jalan di sekitar lahan memiliki lebar minimal 6 meter, bisa dilalui 2 mobil, tidak berada di pusat kemacetan serta dekat dengan toko bangunan agar pengangkutan material saat pembangunan lebih mudah dan murah. Setidaknya, jalan di sekitar lahan dapat diakses oleh truk pengangkut barang agar anda tidak keluar banyak dana untuk membawa material bangunan ke lahan anda.

Situasi dan Fasilitas Lingkungan Sekitar

Selanjutnya, anda bisa mempertimbangkan situasi lingkungan sekitar lahan seperti posisi lahan, kawasan serta jarak antara lahan dengan fasilitas umum. Perhatikan pula kondisi sekitar lahan dengan teliti, jangan membeli lahan di lokasi yang rawan bencana banjir, tanah longsor, dekat lintasan kawah gunung berapi, dan sebagainya.

Selain itu, lahan yang berada di perkotaan atau di kawasan elit dan dekat fasilitas umum seperti mall, sekolah, perkantoran, dan lainnya bisa anda pertimbangkan karena mudah berkembang menjadi area bisnis, sehingga kedepannya nilai/harga jual lahan dan properti anda pun meningkat.

Akses Listrik, Air, Jaringan Internet dan Telepon

Lahan yang baik untuk dijadikan rumah tinggal idealnya memiliki akses listrik dan air yang baik karena dua hal ini sangat vital. Selain kedua hal itu, akses jaringan internet dan telepon juga wajib ada dan terhubung pada rumah tinggal.

Karenanya kawasan dan letak lahan memainkan peran penting untuk memastikan adanya akses listrik, air, internet dan telepon. Lahan di perkotaan tentunya lebih mudah mendapat akses listrik, air serta jaringan internet dan telepon dibanding lahan yang berada di pedalaman.

Jenis Tanah dan Pendukung Lainnya

Perlu diketahui dimana tidak semua lahan siap dibangun. Lahan dengan tanah sawah, gambut, empang dan rawa-rawa punya daya dukung tanah yang kurang baik karena terlalu lembek. Sebaliknya, tanah batu dan kapur punya tekstur yang terlalu keras.

Karenanya penting untuk mengetahui jenis tanah pada lahan karena tiap jenis tanah memiliki daya dukung dan penanganan yang berbeda. Banyaknya volume air dalam tanah akan membuat anda menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mengeringkannya sebelum akhirnya siap bangun. Untuk itu pilih lahan dengan jenis tanah kering biasa agar mudah diolah dan dibangun.

Arah Mata Angin

Bagi anda yang ingin rumah yang nyaman dan sejuk dengan pencahayaan yang baik, maka anda bisa memilih lahan dengan akses jalan yang berada di sisi timur, utara atau selatan lahan. Dengan begitu, rumah jadi teduh dan mendapat sinar matahari pagi yang bisa membuat area rumah jadi lebih sehat.

Hindari memilih lahan yang menghadap ke barat karena bisa membuat rumah jadi gelap di pagi hari dan panas di siang hari. Namun bila anda terlanjur membeli lahan dengan jalan di sisi barat karena dirasa lebih baik, maka berkonsultasilah dengan arsitek untuk menghadirkan pohon peneduh, secondary skin serta mengoptimalkan tata ruang agar hawa panas lebih berkurang.

Kemiringan Lahan

Kemiringan lahan mampu membawa efek positif atau negatif tergantung persepsi anda. Apabila anda punya budget lebih dan mengutamakan view, maka lahan miring bisa dianggap baik. Namun bila Anda ingin menghemat uang, sebaiknya pilih lahan yang datar. Tanah datar lebih mudah dibangun dan lebih aman untuk struktur dan konstruksi bangunan.

Tingkat Kebisingan & Keamanan

Saat membeli lahan di lokasi strategis yang berada di pinggir jalan besar dengan banyak fasilitas, tentu anda akan mendapat keuntungan dari naiknya harga tanah dan properti serta kemudahan akses. Namun, perhatikan tingkat kebisingannya terutama bila anda ingin membangun rumah. Jangan sampai bisingnya kendaraan membuat keluarga anda jadi stress.

Anda bisa memilih lahan yang memang diperuntukkan sebagai perumahan atau residen. Area pemukiman dengan one gate system security jelas lebih aman karena tidak sembarang orang dapat masuk. Namun jika area lahan anda bukan one gate system, solusinya adalah dengan meninggikan tembok pagar serta menghias sekeliling rumah dengan pepohonan untuk menyaring kebisingan.

Peraturan Daerah

Tiap daerah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berbeda. Perlu diketahui, dimana tidak semua area lahan bisa dibangun karena adanya peraturan mengenai Garis Sempadan Bangunan (GSB), Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dan sebagainya.

Dengan begitu, tiap lahan di tiap-tiap daerah memiliki kemampuan yang berbeda untuk diolah dan dibangun menjadi rumah tinggal. Anda juga perlu memastikan apakah lahan yang anda beli boleh dibangun menjadi rumah tinggal berdasarkan RTRW-nya.

Saluran Pembuangan

Dan tips terakhir dan tidak kalah penting adalah memastikan Ketersediaan saluran pembuangan di sekitar lahan. Tidak adanya saluran pembuangan akan membuat anda mengeluarkan uang lebih untuk membuat saluran pembuangan hingga membayar biaya kompensasi ke tetangga yang lahannya dilewati saluran pembuangan rumah anda. Agar kedepannya tidak memakan banyak biaya, sebaiknya anda memilih lahan yang letaknya tidak terlalu jauh dengan saluran pembuangan/got/drainase kawasan.

Sekian informasi mengenai panduan cerdas memilih lahan kavling untuk rumah tinggal yang bisa menjadi referensi anda. Semoga berguna dan bermanfaat.

Share this Post:
Posted by arazone
Image